MAKALAH PENYAKIT MASTITIS ABSES PAYUDARA DAN KANKER PAYUDARA

 PENYAKIT MASTITIS, ABSES PAYUDARA, DAN KANKER PAYUDARA

1.    MASTITIS

a.    Pengertian

Mastitis adalah penyakit yang sering menjangkiti pada ibu yang sedang dalam kondisi menyusui bayi. Bentuk penyakit ini adalah peradangan pada bagian payudara yang disertai dengan kemerahan pada kulit hingga sampai di puting payudara. Kondisi seperti ini menjangkiti ibu mulai di tiga bulan awal. Namun sering juga dialami oleh para ibu yang sudah menyusui cukup lama.

b.    Etiologi dan Faktor Risiko

Etiologi mastitis infeksius dan abses payudara biasanya adalah bakteri yang mengkolonisasi kulit. Bakteri yang paling umum ditemukan adalah Staphylococcus aureus dan Coagulase negative staphylococcus (CNS). Methicillin-resistant S. aureus (MRSA) juga semakin sering dilaporkan dan merupakan penyebab umum terapi antibiotik yang gagal

Faktor Risiko
Sebuah studi kasus kontrol menunjukkan bahwa cracked nipple, penggunaan antibiotik oral selama menyusui, penggunaan pompa payudara, penggunaan antifungal topikal selama menyusui, riwayat mastitis sebelumnya, ASI yang keluar >24 jam setelah persalinan, riwayat mastitis di keluarga, pemisahan ibu dan bayi > 24 jam, dan infeksi tenggorokan merupakan faktor risiko signifikan dari mastitis.

c.    Tanda Dan Gejala

Serangkaian gejala mastitis yang perlu Anda waspadai adalah sebagai berikut:
1. Payudara membengkak
Pembengkakan pada payudara adalah salah satu gejala mastitis yang mudah terlihat. Anda tentu mengenali dengan baik bentuk dan ukuran payudara Anda.
Memang, ukuran payudara biasanya cenderung akan membesar saat masa menyusui. Namun, perubahan ukuran payudara yang membesar ini berbeda dengan bengkak karena mastitis.
2. Muncul benjolan pada payudara
Terkadang, pembengkakan pada payudara juga bisa disertai dengan munculnya benjolan. Benjolan payudara sebagai gejala mastitis adalah kondisi yang dikarenakan adanya penebalan pada jaringan payudara.

3. Payudara terasa nyeri
Nyeri dan panas adalah gejala utama pada payudara yang mengalami infeksi pada saluran susu. Rasa tidak nyaman ini bisa terjadi kapan saja.
Namun, saat Anda sedang menyusui bayi biasanya rasa nyeri dan sakit akan semakin parah termasuk saat disentuh.

4. Payudara memerah
Munculnya benjol dan pembengkakan pada payudara juga diperjelas dengan warna kulit payudara yang kemerahan seperti ruam iritasi. Bahkan, ketika payudara disentuh ada beberapa area yang terasa panas.

5. Payudara gatal
Selain terasa nyeri saat disentuh maupun tidak, gejala mastitis lainnya juga menimbulkan rasa gatal pada area payudara.

6. Ada luka pada puting susu atau kulit payudara
Mastitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri biasanya terjadi karena adanya luka atau celah kecil tepat pada puting payudara maupun di area payudara sekitar puting.
Luka atau celah tersebut yang kemudian memudahkan bakteri untuk berpindah dan masuk ke dalam payudara sehingga menimbulkan kondisi ini.

7. Ada garis-garis merah pada payudara
Seiring dengan membengkaknya payudara, Anda mungkin melihat munculnya beberapa garis merah pada kulit payudara.
Kondisi ini bisa terjadi karena adanya peradangan pada jaringan di dalam payudara.
Gejala lainnya yang mungkin muncul
Gejala utama mastitis yang telah dijabarkan di atas adalah kondisi yang sebenarnya bisa diamati langsung pada payudara. Di samping gejala tersebut, masih ada gejala lain yang bisa terjadi bersama gejala utama.

Berbagai gejala pendukung mastitis adalah sebagai berikut:
•    Demam atau peningkatan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih
•    Tubuh terasa dingin dan menggigil
•    Kelelahan parah
•    Stres dan kecemasan
•    Rasa kurang nyaman pada tubuh

d.    Patofisiologi

Patofisiologi mastitis melibatkan dua hal, yaitu stasis pada aliran ASI dan infeksi. Stasis ASI adalah penyebab primer, yang dapat disertai atau tanpa infeksi. [5]
Stasis ASI
Stasis ASI terjadi ketika ASI tidak dikeluarkan dari payudara secara efisien. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah perlekatan bayi pada puting yang kurang baik, hisapan bayi yang kurang, restriksi pada frekuensi atau durasi menyusui, dan sumbatan pada duktus mammae. Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan stasis ASI adalah suplai ASI yang terlalu banyak, tongue-tie pada bayi, atau bayi kembar.
e.    Komplikasi

Komplikasi mastitis adalah abses payudara. Abses payudara merupakan benjolan yang terbentuk di payudara yang disebabkan adanya infeksi bakteri.  Infeksi rentan sering timbul saat bakteri dari mulut bayi masuk ke dalam saluran susu atau area payudara yang terluka yang kemudian membentuk abses yang menyakitkan. Umumnya dialami oleh wanita berusia 18 hingga 50 tahun, utamanya ibu yang sedang menjalani fase menyusui.Abses rentan terjadi pada wanita yang mengalami luka di payudara, wanita yang melaakukan tindik payudara,perokok, pengidap diabetes dan pengobatan tertentu.

f.    Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pada mastitis bertujuan untuk mencegah komplikasi seperti abses payudara. Pasien dengan abses payudara dirujuk ke ahli bedah untuk perawatan definitif.

2.    ABSES PAYUDARA

a.    Pengertian

Abses payudara adalah peradangan (bengkak, merah) dan munculnya  nanah pada payudara yang disebabkan oleh bakteri. Pada kasus yang jarang, abses payudara dapat menjadi tanda dari kanker payudara.

b.    Etiologi dan Faktor Risiko

Etiologi Abses Payudara
Abses payudara ditandai dengan adanya kantung berisi nanah (pus) pada jaringan payudara. Pada umumnya, abses payudara disebabkan oleh peradangan jaringan payudara yang tidak bereaksi terhadap pengobatan antibiotik. Namun, kondisi ini juga dapat muncul sebagai gejala utama infeksi pada payudara

Abses payudara bisa berisiko dikarenakan beberapa faktor berikut ini:
•    Menyusui dengan tidak sesuai
•    Waktu menyusui kurang lama sehingga terjadi penumpukan air susu
•    Menggunakan bra dengan ketat
•    Puting tergaruk atau tercakar
•    Saluran tersumbat.

c.    Tanda Dan Gejala

Tanda abses payudara tergantung dari lokasi abses, stadium penyakit, dan faktor lain. Pada stadium awal, Anda dapat merasakan nyeri pada kelenjar payudara. Kulit luar dapat normal jika inflamasi terjadi di dalam atau dapat terlihat merah, panas dan bengkak jika lokasinya di permukaan payudara.
Saat pembentukan abses, gejala akan bertambah jelas. Saat itu, gejala dapat berupa abses kulit menjadi panas, terluka, dan merah bengkak. Selain itu biasanya muncul pula gejala infeksi berupa demam, menggigil, mual dan muntah.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
•    Kemerahan, bengkak atau nyeri pada dada;
•    Puting tertarik ke dalam atau cairan keluar dari puting susu;
•    Anda merasa nyeri saat menyusui.

d.    Patofisiologi


e.    Komplikasi
Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat abses payudara, di antaranya:
•    Infeksi payudara berulan.
•    Timbulnya bekas luka atau jaringan parut.
•    Ukuran payudara menyusut sehingga terlihat tidak seimbang.
•    Abses payudara yang berkepajangan (kronis).
•    Penyebaran infeksi ke area tubuh lainnya.
•    Munculnya saluran tidak normal pada payudara.
•    Kelainan saluran getah bening yang membuat pembengkakan pada lengan (limfedema)
a.    Penatalaksanaan

3.    KANKER PAYUDARA

a.    Pengertian
Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dari mekanisme normalnya,sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal,cepat dan tidak terkendali.Selain itu kanker paudara didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchymadan dan juga  kanker payudara ini yang paling umum diderita kaum wanita.

b.    Etiologi dan Faktor Risiko

1.      Factor resiko

a.       Factor reproduksi
Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan resiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas,menarche pada umur muda,menopause pada umur lebih tua dan kehamilan pertama pada umur tua.Resiko utama kanker payudara adalah bertambanhya umur.Diperkirakan periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initation perkembangan kanker payudara.Secara anatomi dan fungsional payudara akan mengalami autrofi dengan bertanbahanya umur.Kurang dari 25% kanker  payudara terjadi pada masa sebelum menopause ssehingga diperkirakan awal terjadinya tumor jauh sebelum terjadi perubahan klinis.

b.      Penggunaan hormone
Hormone estrogen berhubungan terjadinya kanker payudara.Suatu analisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat resiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral,wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai resiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.Sel –sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

c.       Penyakit fibrokistik
Pada wanita dengan adenosis,fibroadenoma,dan fibrosis tidak ada peningkatan resiko terjadi kanker payudara.
Pada hiperplasis dan papiloma resikosedikit meningkat 1 sampai 2 kali.Sedangkan pada hyperplasia atipik,resiko meningkat hingga 5 kali.

d.      Obesitas
Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita paska menopause.Variasi terhadap kanker ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terjadinya keganasan ini.

e.       Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara.

f.       Riwayat keluarga dan factor genetic
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara.Terdapat peningkata resiko keganasan pada wanita yang keluargannya mmenderita kanker payudara.Pada studi genetic ditemukan bahwa kanker payudara brhubungan dengan gen tertentu.Apabila terdapat BRCA 1 yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara,probalitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% ppada umur 70 yahun.Faktor usia sangat berpengaruh sekkitar 60% kanker payudara  terjadi di usia 60 tahun.Resiko terbesar usia  75 tahun.

c.    Tanda Dan Gejala

Gejala klinis kanker payudara dapat berupa :

o    Benjolan pada payudara
Umumnya berapa benjolan payudara yang tidak nyeri pada payudara.Benjolan itu mula-mula kecil,semakin lama akan semakin besar,lalu melekat pada kulit payudara atau pada putting susu.

o    Erosi atau eksema putting susu

Kulit atau  putting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi),berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi edema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk ,mengkerut,atau timbul borok (ulkus)pada payudara .Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam  sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara ,sering berbau busuk dan mudah berdarah.Ciri lain nya antara lain :
  1. Perdarahan pada putting susu    
  2. Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar,sudah timbul borok,atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
  3. Kemudian timbul  pembesaran kelenjar getah bening di ketiak,bengkak (edema) pada lengan dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh.Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui criteria operbilitas heagensen sebagai berikut : terdapat edema luas pada kulit payudara,adanya nodul pada kulit payudara,kanker payudara jenis karsinimatosa,terdapat nodul supraklavikula,adanya edema lengan,adanya metastase jauh,serta terdapat dua dari tanda-tanda local adcanced,yaitu ulserasi kulit edema kulit kulit terfiksasi pada dinding toraks,kelenjar getah beningaksila berdiameter lebih 2,5cm dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
  4. Keluarnya cairan
  5. Keluarnya cairan (nipple discharge) adalah keluarnya cairan dari putting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil,menyusui dan pemakai pil kontrasepsi.
  6. Seorang wanita harus waspada apabila dari putting susu keluar caira berdarah cairan encer dengan awarna merah atau coklat,keluar sendiri tanpa harus memijit putting susu,berlangsung terus menerus,hanya pada satu payudara (unilateral) dan cairan selain air susu.

d.    Patofisiologi

Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi.

a.       Fase inisiasi

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetic sel yang memicu sel menjadi ganas.Perubahan dalam bahan genetic sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen yang bisa berupa bahan kimia,virus,radiasi (penyinaran) atau sinar matahari.Tetapi tidak semua sel mempunyai kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen.kelainan genetic sel atau bahan lainnya yang disebut promotor yang menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen.Bahkan gangguan fisik menahun pun bisa menyebabkan sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. 

b.      Fase promosi 

Pada tahap promosi suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi.Karena itu diperlukan beberapa factor untuk tertajidanya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

c.       Fase metastatis

Metastatis menuju ketulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker payudara,beberapa diantaranya disertai komplikasi lainseperti simtoma hiperkalsemia,patologikal fractures atau spinal cord compression.Metastatis demikian bersifat oestiolotik yang berarti bahwa oesteoklas hasil induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi diferensial dan aktifitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan resorpsi tulang.

e.    Komplikasi

Komplikasi yang umum terjadi adalah menyebarkan sel-sel abnormal ini ke anggota tubuh lain. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pengidapnya memasuki stadium yang lebih parah.
  • Tulang
Ketika sel kanker menyebar ke tulang, maka tak menutup kemungkinan bisa  menyebabkan beberapa bagian struktur tulang pecah tanpa membentuk tulang baru. Dampaknya, tulang cenderung lemah dan rentan terhadap patah tulang
  • Paru-Paru
Komplikasi kanker payudara juga bisa menyebar ke paru-paru. Kalau sudah begini, maka pengidapnya akan lebih lemah dan rentan sakit. Alasannya jelas, tubuh akan kesulitan untuk melawan bakteri dan infeksi, sehingga ia rentan mengidap pneumonia (infeksi paru-paru). Bagaimana dengan gejalanya? Umumnya  sesak napas,  efusi pleura (penumpukan cairan di lapisan paru-paru), batuk berkepanjangan, dan nyeri dada.
  • Kelenjar Getah Bening
Umumnya, kelenjar getah bening merupakan area pertama yang biasanya terkena penyebaran kanker payudara. Tepatnya, kelenjar getah bening yang berada di bawah lengan, di dalam payudara, dan di dekat tulang selangka.
Penyebaran ini bisa terjadi sejak kanker payudara berada di stadium IB. Pada stadium ini, beberapa sel kanker, mungkin dalam jumlah kecil sudah masuk ke dalam kelenjar getah bening. Gejala yang ditimbulkan, antara lain adanya benjolan pada ketiak atau area tulang selangka

f.    Penatalaksanaan

JIka Sobat ingin mendapatkan semua makalah yang ada di website ini secara gratis siilahkan klik tombol Subscribe yang ada dibawah ini, dan Perlu diketahui Setelah Sobat Mendaftarkan Email Jangan Lupa Konfirmasi Link yang di Kirim Ke Email Agar Pemberitahuannya Aktif:

0 Response to "MAKALAH PENYAKIT MASTITIS ABSES PAYUDARA DAN KANKER PAYUDARA"

Post a Comment